Kamis, 22 Agustus 2013
Senin, 10 Juni 2013
Kamis, 25 April 2013
PROKLAMASI
PROKLAMASI
KAMI BANGSA INDONESIA
DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA. HAL-HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN
KEKUASAAN DAN LAIN-LAIN DISELENGGARAKAN DENGAN CARA SAKSAMA DAN DALAM TEMPO
YANG SESINGKAT-SINGKATNYA.
DJAKARTA, 17 Agustus
1945
ATAS NAMA BANGSA
INDONESIA
SUKARNO-HATTA
SUKARNO-HATTA
Senin, 04 Februari 2013
Tidak ada judul
kadang susah untuk suatu penyesuaian
menganalisis karakter yang berbeda
untuk semua dalam suatau kerja sama dan sama-sama bekerja
untuk suatu visi dan misi
namun itu semua kembali pada diri sendiri
bagaimana kita menyikapi dari berbagai sisi
batasi diri menjalani perjalanan hidup
untuk menuju suatu target hidup yang ilahi
yaa robb, tuntunlah perjalanan kaki hidupku ini.
menganalisis karakter yang berbeda
untuk semua dalam suatau kerja sama dan sama-sama bekerja
untuk suatu visi dan misi
namun itu semua kembali pada diri sendiri
bagaimana kita menyikapi dari berbagai sisi
batasi diri menjalani perjalanan hidup
untuk menuju suatu target hidup yang ilahi
yaa robb, tuntunlah perjalanan kaki hidupku ini.
Senin, 26 November 2012
DAY TEACHER 26 NOV 2012
Days Teacher 2012
Student .....,
sometime annoys and tiring,
but... Alloh SWT's yes,
figure one within them coming will pull our hand walk
making for syurga, wahai's fight safe learns.....!!!
our happiness is while we are aware that student are
trust who shall be looked after,
and prayer beads item is our devotion to Alloh SWT.
Rabu, 07 November 2012
10 The Most Popular life Law / 10 Hukum Kehidupan Paling Populer
Berapa orang
dari kita yang pernah memikirkan sungguh-sungguh arti kehidupan ini? Meskipun
kita menjalani hidup kita masing-masing, banyak dari kita yang mempertanyakan
apakah arti kehidupan ini. Kita perlu menyisihkan waktu untuk memikirkan hal
ini dengan serius. Kecuali kita benar-benar memahami kehidupan kita saat ini
dan bagaimana kita menjalaninya, kita tidak bisa merubahnya sesuai dengan
keinginan kita. Terdapat pandangan-pandangan kehidupan yang berbeda dimana orang-orang
akan melihat kehidupan berdasarkan pendidikan, pemahaman, dan pengalaman
pribadi mereka.
Melalui artikel
ini, Akuinginsukses.com berusaha menjabarkan 10 hukum kehidupan sebagai dasar
pemikiran positif.
1. Harus
Mengatur dan Mengarahkan Hidupnya
Hukum
fundamental ini mengatakan bahwa manusia harus menguasai kehidupannya. Ia harus
mampu membentuk kehidupannya sesuai dengan keahlian dan minatnya. Namun, hal
ini mungkin terjadi jika ia memeiliki kehidupan yang teratur. Ia harus
memastikan bahwa seluruh kegiatannya memiliki waktu sehingga ia memiliki
kehidupan yang seimbang. Kehidupan demikian akan membantu menghindari waktu
terbuang sia-sia dan memungkinkan manusia untuk memberikan hasil yang maksimal
dan di waktu yang bersamaan menyediakan relaksasi dan suka cita bagi dirinya
sendiri. Saat ini, banyak hal yang berubah dengan cepat. Dunia telah menjadi
pemukiman global. Perubahan teknologi berlangsung setiap harinya. Oleh sebab
itu sangatlah penting bagi manusia untuk tetap mengikuti perubahan jaman. Hal
ini mungkin terjadi jika anda memiliki rasa ingin tahu untuk terus mempelajari
hal-hal baru. Anda tidak boleh menunda proses pembelajaran. Jika anda menunda
proses tersebut, anda akan mendapatkan diri anda terjebak dalam bidang anda.
Dalam dunia yang kompetitif, banyak orang yang akan mendahului anda. Hal ini
akan meruntuhkan semangat anda dan membuat anda merasa frustasi.
2. Manusia Harus
Mendengarkan Suara Hatinya
Untuk mencapai
kehidupan yang terorganisir, manusia harus mematuhi suara hatinya. Bahkan, poin
ini adalah hukum terpenting dari hukum-hukum yang sudah ada. Jika manusia tidak
mampu mendengarkan suara hatinya, ia tidak akan mampu mengendalikan dan
mengarahkan hidupnya. Perlu dicatat juga bahwa kita tidak pernah bisa
memutuskan apa yang harus dilakukan orang lain. Namun kita bisa mendengar suara
hati kita yang akan memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan. Sekali lagi,
orang tua memiliki peran besar untuk mendorong anak-anak mereka; semakin mereka
dewasa mereka harus mengarahkan kehidupan mereka. Untuk hal ini, orang tua
harus memberikan pengarahan sehingga mereka bisa mengetahui bagaimana intuisi
mereka bisa menuntun kehidupan mereka. Jika seseorang telah mengembangkan kebiasaanbermeditasi,
akan terasa lebih mudah untuk mendengarkan suara hati. Meditasi juga akan
membawanya menuju kebangkitan spiritual.
3. Energi Harus
Disalurkan
Dalam kehidupan
sehari-hari, kita sering menemukan orang tua yang mencegah anak-anak mereka
melakukan hal yang mereka minati. Jika si anak menentang keinginan orang tua
nya , orang tua akan menegurnya dan meminta agar hal tersebut tidak mereka
lakukan lagi. Hal ini mungkin akan berhasil untuk sementara waktu namun jika sering
dilakukan, hal ini akan berdampak buruk bagi pertumbuhan anak. Jika si anak
berada pada rentang usia 14-20 tahun, ia akan memberontak dan melawan ayahnya
secara terbuka. Sebagai contoh, ketika air mendidih, uap dengan dorongan tenaga
kuat akan dihasilkan. Nah, jika tidak ada pelepasan dan air terus mendidih,
akan terjadi ledakan. Intinya adalah jika seseorang memiliki dorongan untuk
melakukan sesuatu, tidak disarankan untuk menekan dorongan tersebut. Menekan
“dorongan tersebut” akan berakibat pada kemunduran kehidupan orang yang
bersangkutan. Hal itu akan merampas kepribadian unik dari orang tersebut.
4. Manusia Harus
Memperoleh Rasa Superioritas (Setidaknya) Dalam 1 Hal
Jadilah ahli
dalam beberapa bidang. Manusia harus memilh pekerjaan sesuai dengan keahliannya,
meskipun seringkali kebebasan untuk memilih pekerjaan tidaklah mungkin. Intinya
adalah pekerjaan apapun yang ia lakukan, ia harus menjadi ahli dalam
pekerjaannya, dan dari situlah ia akan mendapatkan rasa hormat dari
kelompoknya. Keahlian ini harus terus ia miliki sepanjang hidupnya. Sebagai
contoh, mari kita lihat dari bidang akademis. Seorang professor mengajar sebuah
mata pelajaran dalam kelas-kelas tingkat lanjut di sebuah universitas. Ia tidak
hanya harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap mata pelajaran yang ia
ajarkan, ia juga harus mengajar dengan cara yang bisa dipahami murid-muridnya.
Jika para murid menganggap ia bisa mengajar dengan baik, mereka akan
bersemangat untuk hadir dalam mata kuliahnya dan memberikan rasa hormat baginya.
Sang professor akan merasa sangat senang jika ia mengetahui bahwa mata
pelajaran yang ia ajarkan dapat diterima dengan baik dan dihargai.
5. Manusia Harus
Memiliki Kepuasan atas Kebutuhan Sosialnya
Manusia harus
memiliki kehidupan sosial karena ia tidak dapat hidup seorang diri. Kecuali
bagi mereka yang menjauhkan diri dari kehidupan materi dan mencari pencerahan
jiwa; manusia membutuhkan interaksi sosial. Pada jaman dahulu, dalam sistem
keluarga, kebutuhan sosial dapat terpenuhi dengan interaksi antar anggota
keluarga. Namun dengan meningkatnya jumlah keluarga inti, manusia nyaris putus
hubungan dengan interaksi sosial. Di kota-kota besar di tengah padatnya
penduduk, seseorang bisa merasa terisolasi. Ia hidup di tengah-tengah orang
asing. Ia harus memenuhi kebutuhan sosialnya dan menemukan cara untuk
bercengkrama dengan lingkungan sekitarnya. Ia bisa bergabung dengan klub sosial
atau asosiasi dimana ia bisa menghabiskan waktu dan berinteraksi dengan sesama
anggota yang memiliki kesamaan minat. Para orang tua sebaiknya tidak terlalu
mengekang kehidupan sosial anak-anak mereka. Jika mereka melarang anak-anak
untuk bergaul dengan kawan-kawannya, orang tua seharusnya sadar bahwa hal itu
akan menghambat pertumbuhan mereka.
6. Manusia Harus
Menghormati Sesamanya
Pada pandangan
pertama, poin ini nampaknya berhubungan dengan aspek moral kehidupan. Tidak
diragukan lagi, pertanyaan terhadap integritas moral cukup penting namun poin
ini memiliki arti yang lebih mendalam. Seringkali, seseorang merasa
dipermalukan oleh atasannya dan di hadapan rekan-rekan kerjanya. Jika dia terus
dipermalukan di kantor atau di antara teman-temannya; ia akan kehilangan harga
diri. Orang yang mengalami ini tidak saja akan merasa tidak berdaya dan
terganggu, ia akan cenderung tidak menghargai atasannya dan bahkan menggunakan
bahasa yang kasar. Dalam situasi semacam ini, sangat disarankan untuk
mengundurkan diri dari tempat kerja maupun lingkungan meskipun dalam situasi
tertentu hal ini tidak memungkinkan. Sebagai alternatif, ia seharusnya berterus
terang kepada atasannya mengenai perasaan dan bagaimana hal tersebut
mempengaruhi pekerjaannya. Atasannya seharusnya cukup dewasa untuk memahami
bahwa ia harus menghargai bawahannya. Dengan melakukan ini, hubungan antara
atasan dan bawahan akan membaik dan akan tercipta keharmonisan diantara mereka
berdua.
7. Hukum Karma
Poin ini khusus
bagi mereka yang percaya akan adanya hukum karma. Berdasarkan hukum karma,
setiap akibat pasti memiliki sebab. Semua terjadi karena ada yang memulainya
terlebih dahulu. Beberapa orang hidup hingga usia 100 tahun bahkan lebih
sementara yang lain meninggal pada usia muda. Beberapa orang meninggal dengan
cara yang menyakitkan dengan terbaring di rumah sakit karena penyakit serius.
Sebaliknya, ada orang-orang yang meninggal tanpa merasa sakit. Pertanyaan dasar
yang muncul dalam benak seseorang adalah: mengapa terdapat begitu banyak
perbedaan dalam kehidupan manusia? Jawabannya sangat sederhana: karena hukum
karma. Orang memperoleh hasil dari pemikiran serta tindakan mereka di kehidupan
terdahulu. Jika seseorang telah hidup denganjujur, membantu
orang-orang di sekelilingnya; cepat atau lambat ia akan memperoleh imbalannya.
Orang-orang yang memiliki kehidupan yang baik dan nyaman kemungkinan telah
melakukan banyak perbuatan baik semasa hidupnya dulu; dan sebaliknya. Jiwa
bersifat abadi dan selalu ada. Jiwa tidak pernah bisa ditenggelamkan ke dalam
air atau dibakar dengan api. Tujuan utama dari jiwa adalah untuk mencapai tahap
kesadaran diri dan kesempurnaan. Jiwa harus melalui beberapa tahap kelahiran
dan kematian hingga akhirnya jiwa tersebut bisa mencapai tujuan akhirnya.
Namun, jiwa bisa mencapai tujuan akhirnya jika jiwa tersebut tidak lagi
memiliki hasrat, semua urusan-urusan telah dituntaskan dan tidak ada lagi beban
yang ditanggungnya.
8. Harapan dan
Iman
Nasib bukanlah
soal kesempatan; nasib adalah perihal pilihan. Nasib bukanlah sesuatu yang
harus kita tunggu, namun sesuatu yang harus kita capai. Manusia adalah arsitek
dari nasibnya sendiri. Nasib atau takdir merupakan hasil dari tindakan dan
usaha kita. Jika kita mengetahui kejadian-kejadian yang akan kita alami di
tahun mendatang, apa reaksi kita? Kebanyakan dari kita berpikir: kita sudah
mengetahui nasib kita, jadi mengapa kita harus bekerja? Apapun yang kita
lakukan hasilnya akan tetap sama. Jika anda terus bersikap demikian, anda tidak
pernah maju. Tidak akan pernah ada produk baru maupun penemuan baru. Hanya
stagnasi lah yang akan terjadi. Nasib membuat orang menjadi pasif dan
menumpulkan pertumbuhannya. Kita tidak boleh bergantung pada nasib. Kita harus
memahami pentingnya kejujuran dan kerja keras. Seperti kata pepatah: kerja
adalah bagian dari doa. Kerja keras yang disertai kecerdasan dan ketulusan akan
menghasilkan sukses di berbagai bidang.
9. Seni Memberi
Dimanapun kita
tinggal, kita mendapati bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang sangat
miskin dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Sebagian dari mereka
bahkan tidak bisa makan 2x sehari. Mereka tinggal di rumah yang lapuk. Mereka
tidak memiliki pakaian yang layak untuk dikenakan. Anak-anak mereka terlihat di
lingkungan sekitar kita dan tidak meneruskan pendidikan mereka. Ketika anda telah
berada pada titik dimana anda merasa nyaman, pikirkanlah orang-orang tersebut
yang berjuang susah payah untuk mencari uang demi bertahan hidup. Dalam hal
ini, kita harus menyediakan bantuan bagi mereka dalam bentuk materi maupun
bentuk lain. Beasiswa dapat ditawarkan kepada pelajar yang berasal dari
keluarga miskin. Bantuan juga bisa diberikan untuk perawatan dan biaya rumah
sakit bagi pasien yang miskin. Sebagian dari mereka tidak memiliki tempat
berteduh dan terpaksa tidur di tempat terbuka. Singkat kata, kita bisa
menemukan berbagai macam cara untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Dan
kita harus membantu mereka tanpa pamrih. Mereka yang berkecukupan harus
menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka untuk kegiatan semacam ini.
10. Pengambilan Keputusan
Ada saat
tertentu dalam kehidupan dimana rasanya sulit untuk mengambil keputusan yang
tepat. Hal ini mungkin terjadi karena kita tidak memiliki semua informasi yang
kita butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat. Alasan lain ialah karena kita
kurang berhati-hati dalam menghadapi situasi atau masalah tersebut. Faktor lain
yang mungkin berujung pada kesalahan dalam
pengambilan keputusan adalah kita merasa tidak sabaran sehingga kita membuat
keputusan yang tergesa-gesa. Pada saat yang bersamaan, kita harus menganalisa
dengan objektif penyebab kegagalan kita.
Analisis objektif semacam ini akan membantu kita dalam usaha kita ke depan.
Kita harus memastikan bahwa kesalahan yang kita lakukan tidak terulang kembali.
Pengalaman masa lalu seharusnya menjadi bekal untuk kesuksesan kita di
masa depan. Antusiasme dan minat yang lebih besar menjadikan kesalahan kita
sebagai batu loncatan untuk kesuksesan di masa mendatang.
Kamis, 01 November 2012
ASSALAMUALAIKUM WR.WB
PALIAS SANES MAKSAD NGAREUMPAK TETEGON
AGAMA.
IEU ACARA MEDAR ESTU RUMPAKA TAREKAH
JALMA.
NU DIBUNGKUS KU SILOKA, BAKAL SILO MUN
TEU DI BUKA.
MALAH MANDAR JADI BEKEL PARA WANOJA NU BAKAL NGAMBAH SAGARA RUMAH TANGGA.
PEPELING KA NENG …….., KU
NGALANGKUNGAN ACARA SIRAMAN. SING JADI HIJI PANYIRAM TINU JADI KALOT, INDUNG NU
KUNGSI NGANDUNG KIWARI MANJURKEUN KADEUDEUH NU PINUH KU RASA HARIWANG,
HONCEWANG JEUNG KAMEULANG.
BAPAK NU SALAWASNA NGAYUGA, KIWARI
NAMPOKKEUN RASA KANYAAH MARENGAN NGOLOCORNA CAI KAHEMAN NU BARIS MASEHAN RAGA
SALIRA.
KAMELANG INDUNG, KAHARIWANG BAPA PRAK
GEURA PATRIKEUN NA MANAH HIDEP WUJUDKEUN KURASA BABAKTI JEUNG TUMARIMA, SANGKAN
ARANJENA TETEP TENTREM NYAWANG RUMAH TANGGA ANJEN SUGIH KU BAROKAH.
ANTELNA CAI PANYIRAM INDUNG BAPA
SINGAJADIKEUN DOA NUMUJARAB PIKEUN RUMAH TANGGA ANJEN. KIWARI TINGGAL NGITUNG
WAKTU MILANG KALA, NU MOAL LAMI ISUK WAKTU NUCUNDUK NENG ….. GEUS LAIN MILIK
INDUNG JEUNG BAPA WUNGKUL, TAPI AYA HIJI PUPUTON NU BARIS MAWA NGAMBAH SAGARA ANYAR.
SING INGEUT GEULIS, MANGKAHADE SAGARA RUMAH TANGGA ENDAH RASANA MUN NAHKODA
PINTER MAWA KAPALNA, MUN OMBAH RONGKAH MAWA CILAKA, SING INGET KANU MAHA
KAWASA, TONG LEPAS TINA TETEGON AGAMA. SING INGET POE NU AYEUNA. NUBAKAL JADI
SAKSI INDUNG BAPA NAMPLOKKEUN KANYAAH, NYIRAM SAKUJUR BADAN, MICEUN SAGALA
PATEKADAN ANU GORENG, DIGANTI KU RAKSUKAN ANU SUCI, MALAH MANDAR HIDEP JANTEN
ISTRI ANU SOLEHAH, SING GAWUJUD RUMAH TANGGA ANU SAKINAH, MAWA’DAH, WAROHMA.
BRAL ANAKING NYANGKRUNGNA CAI NA BADAN
HIDEUP MUGIA SING JADI PAMAGEUH RUMAH TANGGA HIDEP.
CAI TI GUSTI, DIROPEA KU MAHLUK GUSTI,
PIKEUN NGABULKEUN NIAT NUSUCI. MUGIA WIDI TI GUSTI NU MAHA SUCI. AMIN YA ROBAL
ALAMIN.
WASSALAMUALAIKUM WR.WB.
HEART DISEASE / PENYAKIT JANTUNG
HEART
DISEASE
Heart
disease is Western society number – one killer. It accounts for one – third of
all deaths in America and for well over half the deaths among middle aged men.
Heart disease was relatively rare in America at the turn of the century, but it
has risen dramatically since then, with a slight downturn in 1960.
Heart
disease is often viewed as 3 disease of modern living, spuried on by the habits
and the stress of industrialized society. Evidence for this idea comes from the
fact that non – Western societies have relatively low rates of heart disease.
And there is a higher rate of heart disease among immigrants to America, such
as Japanese Americans and Chinese – Americans, than among those who remain in
their native country, suggesting that something about the Western environment
promotes the development of the disease.
Heart
disease usually involves the formation of a fatty substance called plague in
the walls of the coronary arteries that supply blood to the heart. If the
arteries become narrowed enough or blocked. The person may suffer a heart
attack, that is death of a region of heart muscle tissue. Cause disease,
especially empty plastic cups or glasses. They can be filled out with water
coming from the rain. This can be placed for dengue mosquitos to spread out.
Besides, these rubbish can deteriorate
PENYAKIT JANTUNG
Penyakit jantung adalah angka masyarakat Barat –
pembunuh sesuatu. Ini bertanggungjawab satu – ketiga dari semua kematian di
Amerika dan untuk kebaikan berlalu separuh kematian antara orang-orang setengah
tua. Penyakit jantung secara relatif jarang di Amerika pada pergantian abad,
tapi yang ini telah singsing secara dramatis sejak itu, dengan satu
kecenderungan untuk menurun lalai pada 1960.
Penyakit jantung adalah sering pandang sebagai 3 penyakit
hidup modern, spuried pada oleh adat kebiasaan dan penekanan dengan masyarakat
diadakan industri. Bukti untuk ide ini berasal dari fakta yang bukan –
masyarakat Film Koboi secara relatif telah kecepatan-angka rendah dari penyakit
jantung. Dan terdapat sebuah rate lebih tinggi dari penyakit jantung antara
imigran ke Amerika, seperti itu Amerika Yang Jepang dan – Orang Amerika Cina,
dibandingkan antara yang tersisa pada negara asli mereka, menyarankan yang
tentang sesuatu lingkungan Barat meningkatkan pembangunan dari penyakit.
Penyakit jantung biasanya melibatkan formasi dari satu
unsur lemak memanggil goda pada tembok dari jantung nadi serangan barang
persediaan itu darah ke perasaan. Kalau arteri menjadi cukup dipersempit atau
terhalang. Orang mungkin menderita satu serangan jantung, yang kematian dari
satu daerah tisu otot hati. Sebabkan penyakit, terutama kosong cangkir plastik
atau gelas. Mereka dapat diisi dengan air berasal dari hujan. Ini dapat
ditempatkan untuk nyamuk demam berdarah untuk bentangkan. Di samping, sampah
ini dapat buruk
Rabu, 31 Oktober 2012
LIFE TRIP
FAVOR AND DISTRESS CONTINUALLY SHIFTS,
PLEASANTLY AND DISTRESS ALWAYS THERE IS. IF JARRING COMING LIVES LIFE TRIP
BECOME BITTER. HELP AND LEAD TO BETHINK AND GETS RECITATION. THEIR INDICATION
IS WAYS THAT RIGHT AND STRAIGHT, AROUSE THEIR AT NIGHTED STILLNESS FOR SITTING
AND PRAYS, BESOUGHTING YOUR ROAD MAP ALTHOUGH WITH ABSOLUTIONS FULL TEARS
Ciamis/LL/01112012
Ciamis/LL/01112012
Rabu, 24 Oktober 2012
NGARAKSA DIRI
Tingkoceak maratan jagat,
ngajerit maratan langit,
tingsareblak kana galagat
lalampahan sajeroning di alam jagat
nitip diri jalan ridhona Ilahi
ngaraksa diri nu haqiqi
lungsur tina ati sanubari nu suci
natrasna ngacas herang ngalampahkeun jalana sorgawi
yaa alloh yaa robbi
ngaraksa diri ngarah kaharti
ngalalakon ngajalani kahirupan jeung kahuripan
pribadina sewang-sewangan jadi konci kabagjaan
Kalayan aya dina jalan yaaa robbi
Amiiin
Dinten Kemis disakola Kaping 25/10/2012
ngajerit maratan langit,
tingsareblak kana galagat
lalampahan sajeroning di alam jagat
nitip diri jalan ridhona Ilahi
ngaraksa diri nu haqiqi
lungsur tina ati sanubari nu suci
natrasna ngacas herang ngalampahkeun jalana sorgawi
yaa alloh yaa robbi
ngaraksa diri ngarah kaharti
ngalalakon ngajalani kahirupan jeung kahuripan
pribadina sewang-sewangan jadi konci kabagjaan
Kalayan aya dina jalan yaaa robbi
Amiiin
Dinten Kemis disakola Kaping 25/10/2012
Quantum teaching
Quantum teaching adalah pengubahan belajar yang meriah dengan segala
nuansanya. Dalam quantum teaching juga menyertakan segala kaitan interaksi dan
perbedaan yang memaksimalkan momen belajar. Quantum teaching berfokus
pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas. Interaksi yang menjadikan
landasan dan kerangka untuk belajar (De porter. B, 2004). Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa quntum teaching adalah orkrestasi atau simfoni
bermacam-macam interaksi yang ada mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif
yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Unsur tersebut terbagi menjadi dua kategori
yaitu: konteks dan isi. Konteks adalah latar belakang pengalaman guru.
Sedangkan isi adalah bagaimana tiap frase musik dimainkan (penyajian) seperti
fasilitasi dari ahli sang maestro terhadap orchestra dan pemanfaatan dari bakat
setiap pemain musik dan potensi setiap instrumen.
Interaksi dari konteks dan isi dapat mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain. Jika dikaitkan dengan situasi belajar-mengajar sekolah, unsur-unsur yang sama tersusun dengan baik yaitu suasana, lingkungan, landasan, rancangan, penyajian, dan fasilitas.
Empat ciri dari kerangka konseptual tentang langkah-langkah pengajaran dalam quantum teaching yaitu:
(1) adanya unsur demokrasi dalam pengajaran;
(2) adanya
kepuasan pada diri si anak;
(3) adanya unsur pemantapan
dalam menguasai materi atau suatu
keterampilan yang diajarkan; dan
(4) adanya
unsur kemampuan pada seorang guru dalam merumuskan
temuan yang dihasilkan si
anak, dalam bentuk konsep, teori,
model dan sebagainya, (De porter. B, 2004).
Unsur demokrasi dalam pengajaran quantum teaching dapat dilihat dari adanya kesempatan yang luas kepada seluruh para siswa untuk terlibat aktif dan partisipasi dalam tahapan-tahapan kajian terhadap suatu mata pelajaran, sehingga memungkinkan munculnya dan terekspresikannya seluruh potensi dan bakat yang terdapat pada diri si anak. Sedangkan kepuasan pada diri si anak muncul dari adanya pengakuan terhadap temuan dan kemampuan yang ditunjukkan oleh si anak secara proporsional. Adapun pemantapan dalam menguasai materi atau suatu keterampilan yang diajarkan dapat dilihat dari adanya pengulangan terhadap sesuatu yang sudah dikuasai si anak.
1. Arti Quantum Teaching
Menurut De porter. B (2004), kata quantum berarti interaksi antara paket-paket energi dalam energi foton yang terquantisasi, sedangkan quantum teaching dalam pembelajaran merupakan interaksi yang terjadi di dalam kelas antara siswa dengan lingkungan belajar yang efektif. Dalam quantum teaching bersandar pada konsep ‘bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka’. Hal ini menunjukkan, betapa pengajaran dengan quantum teaching tidak hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari siswa. Tetapi jauh dari itu, siswa juga diajarkan bagaimana menciptakan hubungan emosional yang baik dalam dan ketika belajar.
Dengan quantum teaching kita dapat mengajar dengan memfungsikan kedua belahan otak kiri dan otak kanan pada fungsinya masing-masing. Otak kiri menangani angka, susunan, logika, organisasi, dan pemikiran rasional dengan pertimbangan yang deduktif dan analitis. sedangkan otak kanan mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiran lain yang memerlukan kreativitas, orisinil, daya cipta dan bakat artistik (De porter. B, 2004).
2. Asas Utama Quantum Teaching
Menurut De porter. B (2004), asas utama quantum teaching adalah “bawalah dunia mereka kedunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Dari asas utama ini, dapat disimpulkan bahwa langkah awal yang harus dilakukan dalam pengajaran yaitu mencoba memasuki dunia yang dialami oleh peserta didik. Cara yang dilakukan seorang pendidik meliputi: untuk apa mengajarkan dengan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan itu terbentuk, maka dapat membawa mereka kedalam dunia kita dan memberi mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. “Dunia kita” dipeluas mencakup tidak hanya para siswa, tetapi juga guru. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan lebih mendalam, siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari kedalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.
3. Prinsip-Prinsip Quantum Teaching
Menurut De porter. B (2004), prinsip-prinsip quantum teaching adalah struktur chort dasar dari simfoni. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
·
Segalanya
berbicara;
·
Segalanya
bertujuan;
·
Pengalaman sebelum
pemberian nama;
·
Akui setiap usaha;
dan
·
Jika layak dipelajari,
maka layak pula dirayakan.
Dengan demikian, segalanya berbicara seperti yang ada dari
lingkungan kelas dan bahasa tubuh, serta rancangan pembelajaran, semuanya
mengirim pesan tentang belajar. Sedangkan segalanya bertujuan dapat digambarkan
melalui segala sesuatu yang terjadi dalam proses belajar mengajar memiliki
tujuan tertentu. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika
siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk yang
mereka pelajari.
Belajar pada hakikatnya mengandung konsekuensi ketika peserta didik mulai melangkah untuk belajar yang bagaimanapun untuk setiap usaha dan pekerjaan untuk belajar yang dilakukan selalu dianggap perlu dan akan berpengaruh terhadap hasil pekerjaan yang lebih baik, maka pengakuan dari setiap usaha akan berperan menciptakan perasaan nyaman dan percaya diri, serta dapat menciptakan lingkungan paling baik untuk membantu mengubah diri menuju arah yang diinginkan. Pengakuan tersebut akan lebih lengkap dengan dibuktikan melalui sebuah perayaan sebab perayaan merupakan ungkapan kegembiraan atas keberhasilan yang diperoleh dan juga dengan perayaan akan memberikan umpan balik mengenai kemajuaan dan akan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar (De porter B, 2003).
4. Model Quantum Teaching
Menurut De porter, B (2004), quantum teaching mempunyai dua bagian penting yaitu dalam seksi konteks dan dalam seksi isi. Dalam seksi konteks, akan menemukan semua bagian yang dibutuhkan untuk mengubah: suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis. Sedangkan dalam seksi isi, akan menemukan keterampailan penyampaian untuk kurikulum apapun, disamping strategi yang dibutuhkan siswa untuk bertanggung jawab atas apa yang mereka pelajari: penyanjian yang prima, fasilitas yang luwes, keterampilan belajar untuk belajar, dan keterampilan hidup.
5. Sintaks Pembelajaran Quantum Teaching
Sintaks pembelajaran quantum teaching adalah tumbuhkan, alami, namai, demostrasikan, ulangi dan rayakan (TANDUR). Adapun maksudnya adalah:
1. Menumbuhkan minat
dengan memuaskan “apakah manfaatnya bagiku
(pelajar)” dan memanfaatkan
kehidupan pelajar;
2. Menciptakan atau
mendatangkan pengalaman umum yang dapat
dimengerti oleh semua pelajar;
3. Menamai kegiatan yang
akan dilakukan selama proses belajar
mengajar dengan menyediakan kata kunci,
konser, model,
rumus, strategi, sebuah “masukan”;
4. Menyediakan kesempatan
bagi pelajar untuk menunjukkan
(mendemonstrasikan) bahwa mereka tahu;
5. Menunjuk beberapa
pelajar untuk mengulangi materi dan
menegaskan “aku tahu bahwa aku memang tahu
ini”;
6. Merayakan atas
keberhasilan yang sudah dilakukan oleh pelajar
sebagai pengakuan untuk
penyelesaian, partisipasi, dan
pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan
(De porter B,
2003).
Langkaplancar, Rabu/24102012
Selasa, 23 Oktober 2012
Keunikan Angka 19
Diantara Keunikan Angka 19 dalam al-Qur’an (1)
Rabu, 24 Oktober 2012
Rabu, 24 Oktober 2012
·
Angka (19) adalah menunjukkan jumlah huruf dalam
lafadh basmalah (بسم الله الرحمن الرحيم). Jika kita teliti, angka (19) ternyata
memiliki keunikan diantara angka-angka lainnya.
·
Angka (19) merupakan gabungan antara angka
terkecil dan angka terbesar dalam bilangan asli.
·
Wahyu yang pertama kali turun kepada Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ayat 1-5 dari Surat al-‘Alaq, yaitu firman
Allah,
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1)
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي
عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang
menciptakan, (QS. 96:1)
Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. (QS. 96:2)
Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, (QS. 96:3)
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (QS. 96:4)
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. 96:5)
Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. (QS. 96:2)
Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, (QS. 96:3)
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (QS. 96:4)
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. 96:5)
·
Jumlah kata dalam lima ayat di atas adalah 19 kata
(dengan menghitung kata مَا لَمْ sebagai satu kata). (19=19x1)
·
Jumlah huruf hijaiyah dari kelima ayat di atas
dalam mushaf al-Qur’an rasm ‘ustmani adalah 76 huruf. (76=19x4)
·
Jumlah huruf hijaiyah secara keseluruhan dalam
surat al-‘Alaq adalah 285 huruf. (285=19x15)
·
Jumlah ayat dalah surat al-‘Alaq ada 19 ayat.
(19=19x1)
·
Urutan Surat al-‘Alaq dalam al-Qur’an adalah
surat yang ke-19 dari belakang.
LL/24102012 ciamis
Media Alat Peraga
Pengertian Media Alat Peraga
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977 : 21) mengemukakan bahwa Alat Peraga atau media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977 : 9) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru haruslah mengacu kepada perencanaan yang telah ditentukan. Penetapan perencanaan dikemas sedemikian rupa sehingga diharapkan menghasil pembelajaran yang masimal. Di usia anak-anak siswa tentu tidak hanya berpedoman terhadap buku pelajaran semata namun perlu ditunjang olah sarana yang mamadai sehingga materi yang disampaikan dapat dengan mudah dicerna oleh siswa. Maka peranan alat peraga sebagai penghubung kelancaran belajar siswa sangat diperlukan.
Alat peraga merupaan salah satu sumber belajar sebagai penguat bahan ajar menurut Anggani Sudono (2000 : 15) sumber belajar adalah bahan termasuk juga alat permainan untuk memberikan informasi maupun berbagai keterampilan kepada murid maupun guru antara lain buku referensi, buku cerita, gambar-gambar, nara sumber, benda atau hasil-hasil budaya.
Brown (1973 : 11) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke 20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Sedangkan yang dimaksud dengan alat peraga adalah alat untuk menerangkan atau memperagakan suatu fungsi atau cara kerja sesuatu dalam mata pelajaran pada proses belajar mengajar (Cicih Sumarsih, 2006 : hal 7)
Alat peraga merupaan fasilitas belajar yang dapat mewakili fungsi atau cara kerja sesuatu, misalnya alat peraga anatomi tubuh. Alat peraga sebagai alat bantu yang dapat mempasilitasi siswa utuk memudahan memahami suatu teori dengan kenyataan.
LL/23/10/2012
Selasa, 16 Oktober 2012
MAJU KE DEPAN TERPURUK KE BELAKANG
Hidup akan selalu indah meski seberapapun beratnya masalah jika kamu tetap berbuat baik
Napasmu kini, adalah hembusan terakhir orang lain. Jadi berhentilah mengeluh. Belajarlah untuk jalani hidupmu dengan apa yang kamu miliki.Sukses tak akan datang bagi mereka yang hanya menunggu tak berbuat apa-apa, tapi bagi mereka yang selalu berusaha wujudkan mimpinya
SIFAT GURU/TEACHER
- Sifat dan Mutu Pribadi Guru
a. Rendah hati .
b. Sabar .
c. Ikhlas .
d. Bertanggungjawab .
e. Yakin dan mantap dalam bersikap .
f. Teladan .
g. Kepemimpinan (leadershif) .
h. Periang dan tenang
- Sifat Kurang Baik
a. Sombong
b. Putus asa
c. Banyak bergurau
d. Menyampaikan pendapat padahal tidak tahu ilmunya
e. Emosional.
f. Menceritakan keburukan guru lain
LL.Selasa/16102012
Senin, 15 Oktober 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
AIR MENGALIR MANUSIA BERKATA-KATA
Air adalah sumber kehidupan
terus mengalir mencari tempat yang sesuai dengan jalannya
Kata kata akan mengalir dengan batasan keilmuannya
moral, etika, agama yang utama
planing, kontrol dengan ucap kata
kata kata akan berhenti mendadak . Tiba -tiba
hilang sirnalah sudah semuanya
disinilah kita berpikir jernih dan selalu positif thingking dengan didasari
ilmu pengetahuan juga agama
ekosistem air tidak terjaga tinggal menunggu marah nya air tanpa basa basi
marahnya manusia tak sebanding dengan marahnya air
akhirnya satu kata seimbang itulah akan terwujud
satu tujuan ....
nyata di dunia bahagia di akhirat
mau berapa lama kita hidup di dunia ini ........///
LL, Selasa, 02 Oktober 2012 Ciamis
terus mengalir mencari tempat yang sesuai dengan jalannya
Kata kata akan mengalir dengan batasan keilmuannya
moral, etika, agama yang utama
planing, kontrol dengan ucap kata
kata kata akan berhenti mendadak . Tiba -tiba
hilang sirnalah sudah semuanya
disinilah kita berpikir jernih dan selalu positif thingking dengan didasari
ilmu pengetahuan juga agama
ekosistem air tidak terjaga tinggal menunggu marah nya air tanpa basa basi
marahnya manusia tak sebanding dengan marahnya air
akhirnya satu kata seimbang itulah akan terwujud
satu tujuan ....
nyata di dunia bahagia di akhirat
mau berapa lama kita hidup di dunia ini ........///
LL, Selasa, 02 Oktober 2012 Ciamis
Rabu, 26 September 2012
JALAN KEHIDUPAN
JALAN KEHIDUPAN
air laut, pasang dan surut
hidup, untuk kehidupan
masalah, hadapi bukan mencari
ridhlo illahi, yang kita cari
darah semuanya merah
tingkatan , derajat dan kasta
jangan dijadikan pedoman
semuanya kembali kepada dirinya
masing-masing
tingkatan iman dan taqwa
menelusuri alur kehidupan
menuju ridhlo yang haqiqi tujuan surgawi
ya alloh ...
tuntunlah jalan insanmu ini
menuju kebahagiaan yang abdi.
Kamis, 27 Sept 2012 11.30 wib
Selasa, 25 September 2012
GURU
Attitude for professional to learn available seven
namely;
1. Attitude to legislation regulation
2. Attitude to profession organization
3. Attitude to colleague friend
4. Attitude to protege
5. Attitude to workshop
6. Attitude to boss
7. Attitude to talk shop
Sikap keprofesional guru ada tujuh yakni;
1. Sikap terhadap peraturan perundang-undangan
2. Sikap terhadap organisasi profesi
3. Sikap terhadap teman sejawat
4. Sikap terhadap anak didik
5. Sikap terhadap tempat kerja
6. Sikap terhadap pemimpin
7. Sikap terhadap pekerjaan
Langganan:
Postingan (Atom)


